saya akan mengambil contoh perilaku konsumen dalam memilih tempat makan :
menurut saya seorang konsumen didaerah depok dalam memutuskan tempat makan cenderung lebih banyak disepanjang margonda dibandingkan dimall. karena jika dilihat dari segi jarak sepanjang jalan margonda memang strategis. jika dilihat dari segi harga dan kualitas mungkin tidak akan jauh beda dengan harga dimall karena semua akan bisa menikmati kuliner sepanjang jalan tersebut
Friday, 10 January 2014
APA YANG MEMPENGARUHI DAN ALASAN ANDA DALAM MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI SUATU BARANG
yang mempengaruhi alasan saya dalam membeli suatu barang :
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya yaitu pendapatan, selera konsumen dan harga barang. Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai kegunaan maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (Utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang.
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses pemikiran konsumen, yakni:
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya yaitu pendapatan, selera konsumen dan harga barang. Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai kegunaan maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (Utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang.
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses pemikiran konsumen, yakni:
- Pengenalan masalah (problem recognition) Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
- Pencarian informasi (information source) Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
- Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
- Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
- Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.
Thursday, 21 November 2013
Langkah Awal Memuaskan Pelanggan
Dalam melakukan pemasaran, pelanggan dan kompetitor adalah faktor
yang perlu diperhatikan dengan seksama. Jangan sampai anda kehilangan pelanggan
hanya karena lalai langkah pemasaran yang dilakukan oleh kompetitor.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengetahui dengan pasti
apa sih sebenarnya keinginan dari pelanggan anda? Penting untuk elalu berusaha
dapat memuaskan pelanggan. Cara untuk mengetahuinya, kita bisa melakukan
survey. Banyak cara melakukan survey pasar dan anda tidak mesti kaku atau
terpatok pada aturan-aturan baku. Anda dapat mewawancarai beberapa orang dengan
cara mengobrol. Mengobrol membuat anda mampu menggali banyak informasi dengan
cara yang santai dan tidak menegangkan. Sehingga orang yang anda wawancarai
dapat secara leluasa dan nyaman mengutarakan pendapatnya. Gali dan temukan
informasi dari berbagai sumber.
Hal ini sangat penting, sebab seperti yang telah disebutkan di atas,
jika Anda bersikap cuek, pelanggan bisa lari kepada pesaing Anda. Anda akan
kehilangan uang dan kompetitor Anda akan semakin sukses. Situasi seperti ini
tentunya akan semakin menyulitkan anda.
Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, Anda bisa mendapatkan
jawaban sesungguhnya apa yang bisa memuaskan pelanggan anda. Jangan sampai
kompetitor melakukan survey lebih dulu daripada anda. Pelanggan terbaik Anda
pastinya juga prospek terbaik bagi para pesaing. Jika satu pelanggan terlepas
dan lari kepada pesaing, maka Anda harus bertanya, apakah pesaing menawarkan
produk atau jasa yang lebih baik, atau mungkin mereka lebih bagus dalam bisnis
dibanding Anda.
Berikut ini beberapa pertanyaan mendasar yang perlu Anda tanyakan
kepada pelanggan seperti dikutip dari David. G:
· What do
you like about buying from us?
· Why did
you buy from us in the first place?
· What
problems did you have before you bought from us?
· How did
we help you solve those problems?
· How are
things better for you now?
Mengetahui
keinginan pelanggan itu penting, namun faktanya banyak perusahaan melupakannya.
Jangan Anda melakukan hal yang sama.Kembangkan metode survey pemasaran Anda misalnya dengan memulai beberapa brainstorming, focus group discussion, riset pasar, atau cara-cara lain.
http://artikelperilakukonsumen.blogspot.com/
Wednesday, 20 November 2013
PEMBELIAN
PEMBELIAN
Menurut Mulyadi (2001, p299), pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan.
Jenis pembelian berdasarkan pemasok:
1. Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok yang berasal dari dalam negeri
2. Pembelian impor adalah pembelian dari pemasok yang berasal dari luar negeri.
Jenis pembelian berdasarkan transaksi :
1.Transaksi pembelian tunai adalah jenis transaksi dimana pembayarannya dilakukan secara langsung pada saat barang diterima.
2.Transaksi pembelian kredit adalah jenis transaksi dimana pembayarannya tidak dilakukan secara langsung pada saat barang diterima, tetapi dilakukan selang beberapa waktu setelah barang diterima, sesuai perjanjian kedua belah pihak.
fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian adalah:
1. Fungsi gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk barang-barang yang langsung dipakai (tidak diselenggarakan persediaan barang di gudang), permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang.
2. Fungsi pembelian
Fungsi pembelian bertanggungjawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, mendapatkan informasi mengenai permintaan pembelian dari gudang, dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3. Fungsi penerimaan
Fungsi penerimaan bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima pemasok bertujuan untuk menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini juga bertanggungjawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi retur penjualan.
4. Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatat hutang dan fungsi pencatat persediaan. Fungsi pencatat hutang bertanggungjawab untuk mencatat transaksi pembelian ke dalam register bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar) yang berfungsi sebagai catatan hutang atau menyelenggarakan kartu hutang sebagai buku pembantu hutang. Fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli ke dalam kartu persediaan.
jaringan prosedur dalam sistem pembelian adalah:
1. Prosedur permintaan pembelian
Dalam prosedur ini, fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Surat tersebut berisi sejumlah jenis barang-barang yang akan dibeli dan dibuat dalam beberapa rangkap. Permintaan pembelian tersebut akan dipenuhi tergantung dari keputusan manager perusahaan yang bersangkutan.
2. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok
Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan.
3. Prosedur order pembelian
Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang telah dikeluarkan oleh perusahaan.
4. Prosedur penerimaan barang
Dalam prosedur ini, fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima dari pemasok dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut.
5. Prosedur pencatatan hutang
Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian (surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok) dan menyelenggarakan pencatatan hutang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan hutang.
6. Prosedur distribusi pembelian
Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
Retur Pembelian
sistem retur pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pemasoknya. Barang yang sudah diterima pemasok terkadangtidak sesuai dengan barang yang dipesan menurut surat order pembelian. Ketidaksesuaian itu terjadi kemungkinan karena barang yang diterima tidak cocok dengan spesifikasi yang tercantum dalam surat order pembelian, barang mengalami kerusakan dalam pengiriman, atau barang yang diterima melewati tanggal pengiriman yang dijanjikan oleh pemasok.
Fungsi terkait dalam sistem retur pembelian adalah:
1. Fungsi gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab untuk menyerahkan barang kepada fungsi pengiriman seperti yang tercantum dalam tembusan memo debit yang diterima dari fungsi pembelian.
2. Fungsi pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk mengeluarkan memo debit untuk retur pembelian.
3. Fungsi pengiriman
Fungsi pengiriman bertanggung jawab untuk mengirimkan kembali barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian dalam memo debit yang diterima dari fungsi pembelian.
4. Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat transaksi retur pembelian dalam jurnal retur pembelian atau jurnal umum, mencatat berkurangnya harga pokok persediaan karena retur pembelian dalam kartu persediaan, dan mencatat berkurangnya hutang yang timbul dari transaksi retur pembelian dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar atau dalam kartu hutang.
sistem retur pembelian terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:
1. Prosedur perintah retur pembelian
Dalam prosedur ini, retur pembelian terjadi atas perintah fungsi pembelian kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan kepada pemasok yang bersangkutan. Dokumen yang digunakan oleh fungsi pembelian untuk memerintahkan fungsi pengiriman mengembalikan barang ke pemasok adalah memo debit.
2. Prosedur pengiriman barang ke pemasok
Dalam prosedur ini, fungsi pengiriman barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian yang tercantum dalam memo debit dan membuat laporan pengiriman barang untuk transaksi retur pembelian tersebut.
3. Prosedur pencatatan hutang
Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan retur pembelian dan menyelenggarakan pencatatan berkurangnya hutang dalam kartu hutang atau mengarsipkan dokumen memo debit sebagai pengurang hutang.
Sumber :
http://informasilive.blogspot.com/2013/03/pengertian-pembelian_3007.html
Sunday, 17 November 2013
MENGAPA SEGMENTASI PASAR BEGITU PENTING??
Anda sudah tahu kan apa pentingnya
segmentasi pasar? Kalau belum, silahkan baca artikel saya tentang
pentingnya segmentasi pasar. Nah, segmentasi pasar ini terbagi menjadi
tiga, yaitu yaitu segmentasi pasar menurut demografi, psikografi dan
pasar relung. Sedangkan kalau menurut om Hermawan Kertajaya, segmentasi
terbagi menjadi 2, yaitu Static Attribute Segmentation dan Dynamic
Attribute Segmentation. So, sebelum anda melakukan riset pasar, pahami
dulu penjelasan di bawah ini.
sumber : http://www.investasionline.net/net/contoh-artikel-produk-yang-berkaitan-dengan-perilaku-konsumen.html
Demografi
Ini merujuk data statistik penduduk,
termasuk pendapatan, rata-rata umur, dan pendidikan. Sedangkan menurut
Hermawan, demografi ini termasuk dalam Static Attribute Segmentation,
atau cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi.
Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah seperti
negara, kawasan, propinsi atau kota. Sedangkan demografi berarti kita
melihat pasar berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan
pendidikan. Contohnya seperti ini : yang suka nongkrong di angkringan
adalah mahasiswa, laki-laki, usia 19 – 26 tahun dengan uang kiriman
500ribu sampai 800 ribu sebulan.
Psikografi
Psikografi adalah menggunakan demografi
dalam menentukan perilaku dan selera segmen tertentu suatu populasi.
Psikografi mengkaji gaya hidup seperti kemana mereka berlibur, kemana
mereka berbelanja, bagaimana mereka membelanjakan uang ekstra, olahraga
apa yang mereka tonton, dan masih banyak lagi yang lain. Kalau menurut
om Hermawan (lagi), psikografi termasuk dalam Dynamic Attribute
Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan sifat-sifat dinamis
yang mencerminkan karakter pelanggan. Segmentasi ini melihat pasar
berdasarkan psikografis dan perilaku. Psikografi meliputi lifestyle
atau kepribadian seperti yang saya sebutkan diatas. Sedangkan perilaku
berupa sikap, penggunaan dan respon pelanggan terhadap produk. Misalkan
seperti ini, mahasiswa dengan uang kiriman 1 – 2 juta ternyata paling
suka berbelanja baju di mall daripada di distro.
Pasar relung
Ada segmen kecil dari populasi yang
memiliki kesamaan karakteristik, kepentingan, kebiasaan berbelanja dan
sebagainya. Seperti misal mahasiswa di Jogja hobinya nongkrong di
warung kopi sampai berjam-jam, mirip dengan kebiasaan mahasiswa di
daerah Malang.
Friday, 8 November 2013
SEGMENTASI PASAR
SEGMENTASI
PASAR DAN PEMBELIAN
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar
menjadi kelompok-kelompok pembeli
yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda
yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi
pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis
para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.
Dalam penetapan segmentasi pasar, terdapat beberapa hal yang
menjadi dasarnya yaitu:
Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
·
Variabel geografi
Variabel tersebut,
antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
·
Variabel demografi
Variabel tersebut,
antara lain: umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.
·
Variabel psikologis
Variabel tersebut,
antara lain: kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
Variabel tersebut,
antara lain: manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status
kesetiaan dan sikap pada produk.
Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri
- Tahap
1, yaitu menetapkan segmentasi makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi
geografis, dan banyaknya langganan.
- Tahap
2, yaitu sikap terhadap penjual, ciri–ciri kepribadian, kualitas produk,
dan pelanggan.
Syarat
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
- Dapat diukur
- Dapat dicapai
- Cukup besar atau cukup
menguntungkan
- Dapat dibedakan
- Dapat
dilaksanakan
Tingkat
Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap
pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi
pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
- Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam
cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
- Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli
berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
- Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche)
berfokus pada sub-group di dalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu
grup yang didefiniskan dengan lebih sempit.
- Pemasaran
mikro
Praktik penyesuaian produk dan program
pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk
dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Manfaat
Manfaat dari segmentasi pasar adalah:
- Penjual atau produsen berada
dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-kesempatan
pemasaran.
- Penjual atau produsen dapat
menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda,
sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai
segmen.
- Penjual atau produsen dapat
mengatur produk lebih baik dan daya
tarik pemasarannya

Saturday, 19 October 2013
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK HANDPHONE
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK HANDAPHONE TAHUN 2013
Fenomena dalam bisnis produk handphone akhir-akhir ini adalah semakin banyak merek handphone di pasar dan pengembangan produk yang semakin cepat, terutama bentuk, ukuran dan fasilitasnya. Hal tersebut dapat mendorong konsumen untuk berganti-ganti merek. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana pengaruh prior experience, product knowledge, satisfaction, retailer search dan media search terhadap pembentukan consideration set size konsumen dan switching behavior dalam pembelian produk handphone. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua variabel independent berpengaruh signifikan positif terhadap variabel dependent, kecuali variabel pengetahuan produk dan kepuasan berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat pencarian media.
Keywords: high involvement, consideration set, prior experience, product knowledge, satisfaction, media search, retailer search and switching behavior.
Perkembangan bisnis handphone akhir-akhir ini telah menunjukkan suatu gejala, yaitu semakin banyak dan beragamnya produk handphone yang ditawarkan oleh perusahaan dan pengembangan produk handphone yang semakin cepat. Pengembangan produk handphone yang cepat tersebut terutama terletak pada bentuk, ukuran dan fasilitasnya. Semakin lama bentuk handphone semakin menarik, ukuran semakin kecil dan fasilitas kegunaannya semakin lengkap. Saat ini merek handphone yang sudah masuk ke Indonesia adalah: Nokia, Samsung, Sony Ericson, Siemens, LG, bahkan handphone dari china pun masuk ke Indonesia.
Variety seeking adalah perilaku konsumen yang berusaha mencari keberagaman merek di luar kebiasaannya karena tingkat keterlibatan beberapa produk rendah. Perilaku variety seeking menurut Kahn, Kalwani dan Morrison yang dikutip oleh Kahn, (1998, p-46) disebut juga sebagai kecenderungan individu-individu untuk mencari keberagaman dalam memilih jasa atau barang pada suatu waktu yang timbul karena beberapa alasan yang berbeda. Perilaku ini sering terjadi pada beberapa produk, dimana tingkat keterlibatan produk itu rendah (low involvement). Tingkat keterlibatan produk dikatakan rendah, apabila dalam proses pembelian produk konsumen tidak melibatkan banyak faktor dan informasi yang harus ikut dipertimbangkan.
Tujuan konsumen mencari keberagaman produk ini adalah untuk mencapai suatu sikap terhadap merk yang favorable. Tujuan lain perilaku variety seeking konsumen ini dapat berupa hanya sekedar mencoba sesuatu yang baru atau mencari suatu kebaruan dari sebuah produk. (Kahn, 1995, p.286). Perilaku variety seeking ini cenderung akan terjadi pada waktu pembelian sebuah produk yang menimbulkan resiko minimal yang ditanggung oleh konsumen dan pada waktu konsumen kurang memiliki komitmen terhadap merek tertentu (Assael, 1995 p.20). Beberapa literatur menyebutkan bahwa perilaku variety seeking ini akan menimbulkan perilaku brand switching konsumen.
Perilaku brand switching yang timbul akibat adanya perilaku variety seeking perlu mendapat perhatian dari pemasar. Perilaku ini tidak hanya cenderung terjadi pada produk yang memerlukan tingkat keterlibatan yang rendah, akan tetapi terjadi juga pada produk dengan tingkat keterlibatan tinggi (high involvement). Tingkat keterlibatan produk dikatakan tinggi, apabila konsumen melibatkan banyak factor pertimbangan dan informasi yang harus diperolehnya sebelum keputusan untuk membeli diambil. Termasuk dalam factor pertimbangan tersebut adalah faktor resiko, yaitu resiko performance,fisik, keuangan dan waktu.
Proses pembelian konsumen yang melibatkan pengambilan keputusan khususnya dalam kondisi limited decision making, akan memposisikan konsumen pada situasi untuk berperilaku variety seeking. Pada waktu tingkat keterlibatan konsumen rendah, konsumen akan cenderung untuk berpindah merek, mencari merek lain diluar pasar dan situasi ini menempatkan konsumen dalam sebuah usaha mencari variasi lain.
Dalam proses pengambilan keputusan untuk membeli produk yang melibatkan high involvement tersebut, ada empat faktor yang termasuk di dalam perangkat pertimbangan (consideration set). Pengalaman sebelumnya (prior experience), pengetahuan tentang produk (product knowledge) dan kepuasan (satisfaction) dimodel sebagai prior, dan bersama variabel pencarian media (media search) diharapkan dapat mempengaruhi pembentukan seperangkat pertimbangan
Proses pembelian konsumen yang melibatkan pengambilan keputusan, khususnya dalam kondisi limited decision making, akan memposisikan konsumen pada situasi untuk berperilaku variety seeking. Pada waktu tingkat keterlibatan konsumen rendah, konsumen akan cenderung untuk berpindah merek, mencari merek lain diluar pasar dan situasi ini menempatkan konsumen dalam sebuah usaha mencari variasi lain.
Penelitian ini ingin menguji beberapa faktor yang termasuk di dalam perangkat pertimbangan (consideration set), seperti: pengalaman sebelumnya (prior experience), pengetahuan tentang produk (product knowledge) dan kepuasan (satisfaction) dimodel sebagai prior, dan bersama variabel pencarian media (media search) diharapkan dapat mempengaruhi pembentukan seperangkat pertimbangan (consideration set).
Jadi menurut saya semakin canggih teknologi banyak konsumen banyak yang menggunakan berbagai macam handphone dengan berbagai fitur. Seperti yang saat ini sedang buming yaitu “ANDROID” dengan fitur yang memuaskan konsumen dan dibandrol harga yang cukup murah,fitur lengkap,model dan warna yang menarik konsumen sehingga mereka bisa membeli dan memiliki. Handphone android yang baru ini meluncur dengan fitur bisa chat “BBM” atau “BlackBerry Messanger”tetapi tidak semua HP android yang bias memiliki aplikasi BBM tersebut. Seperti Samsung yang saat ini meluncurkan berbagai macam model dan OS yang bagus. Tidak hanya Samsung tetapi perusahaan Apple,Sony,dan merek lainya seperti handphone china mereka juga mengeluarkan fitur dan fasilitas yang membuat konsumen tertarik.
Jika dilihat dari segi kalangan, pada saat ini semua kalangan bisa menggunakan gadget atau handphone berbagai fitur dan merek dengan harga yang murah. Tetapi menurut saya pada saat ini memang mayoritas konsumen menggunakan android dan iphone mungkin mereka yang dulu menggunakan blackberry beralih ke android dan iphone karena mengikuti zaman saat ini .
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)